Belajar Rendah Hati seperti para Malaikat Allah
Malaikat Allah memberikan contoh bagaimana cara berbicara penuh sopan santun dan etika kepada Allah. Meski Makhluk Malaikat ini penuh ilmu, punya pemahaman dan pengetahuan, akan tetapi rendah hati, tidak bedigasan, tidak tinggi hati, tidak sombong.
Tidak berakhlaq sopo siro sopo ingsun
Saat Allah meminta Al Malaikat menyebutkan satu noktah ilmu dengan menyertakan asma Allah ( bi asma i). Malaikat pun menjawab dengan rendah hati.
Subhanaka sesungguhnya tiada ilmu yang ada di diriku
kecuali apa yang engkau ajarkan ('alamtana) kepada kami. Sesungguhnya
Engkau adalah yang Maha Berilmu dan Maha memiliki hikmah (bijaksana) (al
'Aliim, al hakim) (Surat Al Baqarah ayat 32).
Ayat 32 ini adalah sambungan dari ayat 31 Surat Al Baqarah, yang memberi-tahukan kepada semua bagaimana proses pemberian ilmu itu.
Yang khusus saja, bisa berbicara dengan sangat rendah hati seperti itu, apalagi malaikat yang biasa. Tak terbayangkan betapa sopan santun dan beretikanya Malaikat. Tidak seperti mereka yang merasa pandai atau merasa berilmu tapi tidak memiliki kerendahan hati. Adigang adigung adiguno.
Kemampuan memberikan masukan ini, tentu saja karena ada ilmu. Tanpa ada ilmu tidak akan mampu memberikan masukan, bukan sekedar masukan, akan tetapi masukan yang tepat. Bukan sekedar masukan yang benar akan tetapi sebuah masukan yang pener.
Para Malaikat khusus ini, memberikan pelajaran penting buat kita semua, bahwa sebenarnya ilmu itu ada, bukan karena usaha kita, akan tetapi karena ada proses 'allamtana dari Allah sendiri. Tanpa proses memberikan pelajaran oleh Allah sendiri, tak pernah ada ilmu itu di diri kita. Itulah sebabnya Allah itu memiliki asma al alim al hakiim. Bagaimana para malaikat khusus bisa memahami hal ini, adalah hal luar biasa lain yang bisa dilihat dari ayat ini.
Wallahu a'lam bissowwab
Al Syarif Al Huseiny


