Jangan takut Tidak Bisa Makan Di Kota Bandung, Banyak Orang Baik Yang Siap Suka Membantu

 Jangan takut Tidak Bisa Makan Di Kota Bandung, Banyak Orang Baik Yang Siap Suka Membantu

 




Bandung, 25/03/2026

Seorang warga di Kota Bandung, Selasa (24/03) menuliskan kesulitan nya di media sosial untuk mendapatkan nasi untuk makan. 

"Sudah dari kemarin belum makan, dan ini sudah gemeteran... " Kata warga Bandung di sekitar Gegerkalong Bandung, lewat ciutan di salah satu media sosial. 



Teriakan kelaparan ini kemudian disampaikan ke aplikasi X (twitter). Dan yang terjadi kemudian, ternyata sangat mengejutkan sekaligus mengharukan. 

Berderet warga Bandung yang bersedia memberikan bantuan makanan, dari yang meminta alamat, mengundang untuk datang ke rumahnya, bahkan ada akun penjual warteg yang meminta warga yang kelaparan untuk datang ke wartegnya. 

" Ayo ke warteg saya, saya siapkan nasi dan makan gratis... "

" Saya kirim gofood saja sekarang, minta alamat nya... "





Masya Allah. Di tengah kerumitan ekonomi yang berantakan di negeri ini, di tengah janji culas para oknum politisi busuk, di tengah oknum aparat yang petentang petenteng menunjukan kekuatan senjata api nya, di tengah koruptor yang meraja lela, dan oligarki yang mencuri harta rakyat, ternyata masih sangat banyak orang baik yang ada di kota Bandung. 







Dan seperti sebuah keajaiban, warga Bandung yang kesulitan makan itu pun tak berhitung hari dan jam, sudah terpenuhi kebutuhan makan nya oleh orang-orang baik, yang ada di Kota Bandung. Luar biasa. 

Akan tetapi ada juga yang aneh. Dari sekian banyak orang baik, yang menawarkan bantuan, tak ada satupun yang ingat pada Dinas Sosial kota, atau Walikota Bandung, atau bahkan Gubernur Jawa Barat, apalagi Menteri dan Presiden, anggota DPRD atau anggota DPR. 






Saat rakyat kecil tak bisa makan, mereka berteriak minta tolong ke masyarakat baik, yang bersedia membantu kesulitan nya, bukan pada Amir Kota atau Amir negeri, penguasa negeri. Seakan-akan lupa bahwa ada negara yang siap membantu warga yang kesulitan di mana saja. 

Tapi kejadian memilukan sekaligus melegakan ini, menjadi refleksi di mana posisi masyarakat, di mana negara, di mana pemerintah? 

Mungkin di masa depan perlu diberikan pamflet di seluruh wilayah kota, oleh para pemangku negeri, 

jika tak dapat makan hari ini datanglah ke dapur MBG terdekat, bisa makan gratis

Jika tidak dapat pekerjaan hari ini datanglah ke kantor kelurahan atau kantor kecamatan terdekat, atau datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja setempat, yang punya kantor perwakilan di setiap pojok jalanan, nanti diberi pekerjaan yang ada ongkos nya, untuk hari ini

 

Bisa enggak ? negara melayani rakyat dengan cara seperti itu? Seperti warga Bandung yang dengan ikhlas membantu warga yang tak mampu makan itu secepat mungkin.... Bukankan itu mudah? Tinggal buat pengumuman saja ke seluruh rakyat. Selesai lah masalah. Tak ada yang kelaparan, tak ada yang tidak punya pekerjaan hari ini.

Jika ada yang kelaparan langsung dapat makan. Jika ada yang hari ini tak punya pekerjaan, langsung dapat pekerjaan dan ongkos untuk hidup untuk hari ini.

Gak usah ditanya KTP nya mana? Ijazah palsunya mana? Orang lapar butuh makan, orang tak punya kerja butuh kerja dan diberi ongkos... malah ditanya macam-macam, yang KTP lah, yang KK lah, yang SKTM lah, yang ijazah lah, yang SKKB lah...

Susah sekali menjadi warga negara yang membutuhkan pertolongan. 

Sebenarnya, ...Tidak sulit mengelola negara... Sederhana seperti itu saja.. Tak perlu berbelit-belit...  (Vijay)

 

 

 

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama