Aplikasi Khusus Untuk Sewa Aset Daerah Mojokerto, Cara Cerdik Gus Barra Tingkatkan PAD Mojokerto, Emang Bisa Gus?
Mojokerto, 21/03/2026
Aplikasi khusus untuk menyewa aset daerah diluncurkan oleh Pemkab Mojokerto.
Aplikasi dengan nama amawabumi ini memuat sejumlah aset yang dimiliki daerah yang siap dialih-sewakan bagi yang berminat. Alamat lengkap nya ada di . : http://amawabumi.mojokertokab.go.id
Dengan aplikasi ini, para penguasaha yang mencari lahan lokasi untuk usaha tidak akan kesulitan lagi. Tinggal klik, lokasi sudah keluar. Tak lagi ada kucing kucingan. lempar batu, sembunyi aset, seperti biasanya, sekarang semuanya terbuka dan transparan.
Aplikasi
Amawabumi ini, juga dilengkapi dengan video lokasi dan letak aset yang
ditawarkan untuk disewa. Lengkap dengan analisis ekonomi dan
pertimbangan posisi strategis aset yang ditawarkan. Bupati Kabupaten Mojokerto Gus Barra, atau lengkapnya Dr.H. Muhammad Al-Barra, Lc., M.Hum.menyampaikan bahwa aplikasi yang diluncurkan ini juga punya sasaran untuk menaikkan pendapatan daerah.
Dalam catatan Informatika News Line, APBD Kabupaten Mojokerto ada dalam kisaran 2,5-3 Trilyun rupiah per tahun. Untuk tahun 2025 yang lalu APBD Kabupaten Mojokerto ada di angka 2,724 Trilyun rupiah. PAD Kabupaten Mojokerto tahun 2026 diproyeksikan akan berada di kisaran angka 881,7 Milyar rupiah, dengan Pajak Daerah sebesar 529,75 Milyar Rupiah, dan Retribusi Daerah di kisaran 326,07 Milyar Rupiah .
Informatika Newsline mencoba menelusuri tanah aset yang akan disewa di Desa Pacing Kecamatan Bangsal, seluas 900 meter persegi..
Amawabumi ini juga terkoneksi ke Aplikasi Kinasih yang memberikan informasi umum soal investasi di Kabupaten Mojokerto. Sebuah dokumen umum terkait profil dan potensi investasi bisa ditemukan pada aplikasi Kinasih ini.
Setelah mendapatkan informasi tentang kondisi lahan yang akan disewa, para calon investor tinggal klik menghubungi kontak yang disiapkan dari Badan Pengelola Aset Daerah untuk melakukan transaksi sewa, sebagaimana yang disampaikan oleh Gus Bupati Mojokerto, Gus Barra.
Cukup bagus dan lengkap informasi yang diberikan. Akan tetapi masih ada yang kurang. Kekurangan penting yang seharunya dimiliki juga oleh aplikasi ini adalah analisis ekonomi lokasi lahan yang ditawarkan untuk disewa. Sebuah sajian detail tentang keuntungan yang bisa didapatkan jika menyewa lahan yang dimaksud dengan nilai investasi tertentu. Informasi tambahan seperti ini, adalah salah satu yang bisa menarik lebih banyak investasi yang akan masuk.
Informasi yang perlu ditambahkan, misalnya adalah, simulasi dari investasi yang ditawarkan. Dengan mencantumkan harga sewa tanah secara terbuka dan juga gambaran simulasi keuangan dalam mengelola tanah, aplikasi ini akan memberikan perspektif yang lebih bagus untuk para investor yang tertarik menyewa tanah yang bersangkutan. Misalnya dengan investasi sebesar 100 juta rupiah yang bisa dibayarkan dicicil selama 5 tahun, maka investor akan bisa mendapatkan cash flow sebesar 80 juta per tahun, sehingga dalam waktu kurang dari dua tahun investasi yang dicicil pembayarannya itupun bisa kembali. Di tahun ketiga dan seterusnya investor sudah bisa meraup keuntungan.
Lebih detail lagi jika kemudian dinas pengelola aset ini (Badan Pengelola Aset Daerah/BPAD) memberikan juga skema kerja sama dengan perbankan atau lembaga pengelola keuangan misalnya. Tambahan fitur-fitur seperti ini akan memberikan nilai tambah yang akan semakin membuat aplikasi ini menarik.
Itu adalah analisis tambahan pertama yang sebaiknya ditambahkan di aplikasi,
Analisis
yang kedua adalah kecepatan respons penyelenggara negara dalam melayani
permintaan informasi atau kontrak sewa secara on line oleh publik. Aplikasi yang
sudah berjalan full on line 24 jam ini, apakah akan berjalan hanya
sebagai etalase informasi semata, ataukah layanan publik interaktif nya langsung cepat memberikan respons dengan orientasi kebutuhan publik ?
Selama
ini publik juga sudah tahu, betapa leletnya respon penyelenggara negara,
terhadap input publik, yang masuk dalam aplikasi layanan sejenis. Informatika
Newsline mencoba menelusuri kecepatan respons dari aplikasi layanan
amawabumi ini. Akan tetapi hasilnya tentu saja tidak akan bisa didapatkan dengan seketika.
Kita lihat, Gus Barra, apakah respons para penyelenggara negara ini, bisa mengimbangi layanan informasi sistem, yang sudah terbuka selama 24 jam ini.
Pertanyaan selanjutnya, adalah apakah yakin? Dengan aplikasi ini, bisa membuat PAD Kabupaten Mojokerto bisa naik? Kalau aparatur pelayanan publik nya lelet gimana Gus?
Kita lihat bersama-sama beberapa hari ke depan, apakah aparatur pelayan publik nya Gus Barra bisa mengejar ide dan niat Pak Bupati dalam mengejar kenaikan PAD dari pengelolaan aset daerah ini.
Jangan-jangan hanya konsep di atas
kertas saja Pak Bupati? Realisasi nya? Ya tunggu nanti saja... Itu mah
kumaha aing wae, kata orang Jawa Barat....(MIG)




